Lexicon of Foreign Artists Who Visualized Indonesia: Buku Rujukan Wajib Kolektor Seni

Kalau kamu serius mengoleksi seni Indonesia — atau sekadar ingin tahu siapa saja pelukis, pemahat, dan ilustrator asing yang pernah meninggalkan jejak di kepulauan ini — ada satu buku yang namanya terus disebut para kurator dan dealer: Lexicon of Foreign Artists who Visualized Indonesia [1600–1950].
Buku ini bukan bacaan ringan untuk meja kopi. Ini buku referensi — tebal, padat, dan disusun seperti ensiklopedia mini. Tapi justru itulah kenapa ia dianggap wajib punya oleh siapa pun yang serius di dunia seni dan koleksi Indonesia.
Apa isi buku ini?
Disusun oleh Leo Haks dan Guus Maris, Lexicon ini diterbitkan oleh Archipelago Press, imprint dari Editions Didier Millet, Singapura, pada 1995. Isinya adalah biografi hampir 3.000 seniman asing yang tercatat berkarya di Nusantara antara tahun 1600 hingga 1950.
Tiga ribu. Itu bukan angka kecil untuk sebuah kategori seni yang sebelumnya tidak pernah didokumentasikan secara sistematis.
Setiap entri disusun alfabetis dengan informasi: nama lengkap, tempat dan tanggal lahir (dan wafat kalau diketahui), pendidikan seni, karier, catatan pameran, museum tempat karya mereka disimpan, serta daftar literatur terkait. Sebagian entri disertai foto dokumenter hitam-putih sang seniman.
Ilustrasinya lebih dari 800 buah — dan dari jumlah itu, 330 di antaranya berwarna penuh. Lukisan, sketsa, dan pemandangan dari berbagai pelosok Nusantara yang dibuat oleh para seniman ini selama rentang tiga setengah abad.
Total buku ini lebih dari 520 halaman, dilengkapi index di halaman 526, epilogue, dan daftar ilustrasi terpisah untuk hitam-putih dan berwarna. ISBN: 981-3018-07-0.
Kenapa buku ini penting?
Sebelum Lexicon ini terbit, informasi tentang seniman asing yang berkarya di Indonesia tersebar di berbagai katalog museum, catatan lelang, dan buku-buku langka yang sulit diakses. Tidak ada satu pun sumber yang menghimpun data mereka dalam satu jilid.
Padahal, para seniman ini meninggalkan warisan visual yang luar biasa. Mereka datang sebagai pedagang, misionaris, pelancong, atau seniman yang diundang oleh pemerintah kolonial. Mereka melukis pemandangan, potret, kehidupan sehari-hari, dan peristiwa-peristiwa yang sekarang menjadi dokumen visual berharga tentang Indonesia dari abad ke-17 hingga pertengahan abad ke-20.
Tanpa buku ini, menelusuri jejak mereka berarti meraba-raba di gelap.
Untuk siapa buku ini?
- Dealer seni — untuk mengidentifikasi dan memverifikasi karya-karya seniman asing yang muncul di pasar lelang.
- Kurator museum — sebagai referensi utama untuk pameran dan koleksi.
- Kolektor buku langka — karena edisi cetakan 1995 ini sendiri sudah termasuk barang yang dicari.
- Peneliti dan sejarawan seni — sumber data yang tidak ada duanya.
- Siapa pun yang ingin tahu lebih banyak tentang seni Indonesia — buku ini dibuka, dan dunia yang selama ini tersembunyi terbuka.
Koleksi kami: cetakan 1995 dalam kondisi sangat baik
Di lapak Nostmedia Cikapundung, kami memiliki satu eksemplar Lexicon ini:
[Lexicon of Foreign Artists who Visualized Indonesia [1600–1950] — Haks & Maris (W-19)](/koleksi/W-19)
Kondisinya sangat baik: halaman masih rapi, jilid masih kokoh, sampul tidak sobek. Isinya lengkap dari A sampai Z — tidak ada halaman yang hilang. Untuk buku setebal ini dan seterkenal ini di kalangan kolektor, kondisi seperti ini makin sulit ditemukan.

Harganya Rp 7.500.000, dan seperti biasa di lapak kami, harga itu bisa ditawar.
Kalau kamu sedang membangun referensi seni Indonesia, buku ini adalah salah satu fondasinya. Atau kalau kamu sekadar penasaran, datang dan buka halamannya — beberapa menit membaca entri pertama sering berakhir dengan setengah jam terserap di dalamnya.
Bagi yang tertarik dengan koleksi buku dan poster lain di lapak, ada juga beberapa judul lain yang bisa kamu lihat.
Lokasi: Pasar Antik Cikapundung, Bandung — Buka setiap hari, 13.00–21.00 WIB.
Tertarik melihat barangnya langsung?
Nostmedia berakar di Pasar Antik Cikapundung, Bandung — buka setiap hari 13.00–21.00 WIB. Datang, lihat, dan dengar ceritanya langsung.
Lihat koleksi →