5 Kaset Oasis: Dari Definitely Maybe Sampai Reunion Tour — Koleksi Lengkap di Bandung

Agustus 2024, dunia musik terhenti sejenak. Liam dan Noel Gallagher — dua bersaudara yang tidak berbicara satu sama lain selama 15 tahun — mengumumkan bahwa Oasis akan kembali. Live '25 Tour pun lahir: 41 konser sold-out di seluruh dunia, lebih dari 2 juta tiket terjual, dan pendapatan kotor lebih dari Rp8 triliun. Di atas panggung Cardiff, Juli 2025, mereka membuka dengan "Hello" dan dunia yang sudah lama menunggu akhirnya mendapat jawaban.
Di Bandung, di salah satu lapak Pasar Antik Cikapundung, peninggalan era itu masih ada. Bukan tiket konser, bukan merchandise tur — tapi kaset pita. Lima buah, dari lima album berbeda, rentang 1994 sampai 2005. Dan masing-masing menyimpan cerita yang membuat Oasis bukan sekadar band, melainkan fenomena.
Definitely Maybe (1994) — awal dari segalanya
Kaset W-35 | Rp 150.000
Dua minggu sebelum album ini dirilis, Oasis masih bermain di pub-pub kecil Manchester. Seminggu setelahnya, mereka tidak bisa lagi jalan di trotoar tanpa dikerumuni. Definitely Maybe masuk chart Inggris di nomor satu dan menjadi album debut tercepat laris sepanjang masa saat itu.
Sampulnya — ruang tamu mewah dengan skuter Vespa merah, difoto di rumah seorang jutawan — menjadi salah satu gambar paling dikenal dalam sejarah musik Inggris. Lagu-lagu di dalamnya, dari "Rock 'n' Roll Star" sampai "Live Forever", ditulis oleh Noel di kamar tidurnya sambil bermimpi menjadi bintang. Tiga puluh tahun kemudian, lagu-lagu itu dinyanyikan 80.000 orang di stadion.
Be Here Now (1997) — ketika dunia terlalu besar
Kaset W-36 | Rp 150.000
Setelah Morning Glory? membuat Oasis menjadi band terbesar di Inggris sejak The Beatles, Be Here Now datang dengan tekanan yang tidak masuk akal. Album ini direkam di tengah hiruk-pikuk puncak Britpop, dengan biaya produksi yang gila-gilaan dan sesi rekaman yang penuh kokain dan sampanye.
Hasilnya kontroversial — terlalu panjang, terlalu berlebihan, kata kritikus. Tapi dari abu kritik itu lahir lagu-lagu yang tetap abadi: "Don't Go Away", "All Around the World", dan "It's Getting Better (Man!!)". Kaset rilisan Indonesia ini menarik karena memuat insert bergaya kalender dengan foto personel — artefak visual dari masa ketika Oasis adalah segalanya.
Standing on the Shoulder of Giants (2000) — pergantian era
Kaset W-39 | Rp 150.000
Judulnya adalah kutipan dari Isaac Newton yang dimodifikasi: jika Noel berdiri di pundak raksasa, itu karena para pendahulunya. Tapi album ini juga menandai awal baru. Dua anggota asli hengkang, digantikan oleh Gem Archer dan Andy Bell — dan untuk pertama kalinya, dinamika band berubah secara fundamental.
Cover siluet New York dengan langit jingga-biru menjadi ikon era millennium Oasis. Lagu seperti "Go Let It Out" dan "Who Feels Love?" menunjukkan bahwa band ini masih punya nyali — meskipus atmosfer Inggris sedang berubah, dan Britpop mulai memudar.

Don't Believe the Truth (2005) — kebangkitan yang terlambat
Kaset Vol. 1 W-38 & Vol. 2 W-37 | @ Rp 150.000
Setelah beberapa album yang dianggap mengecewakan, Don't Believe the Truth adalah kembalinya Oasis ke bentuk terbaik mereka di era 2000-an. Untuk pertama kalinya, semua anggota band menulis lagu — bukan hanya Noel. Hasilnya adalah album yang terasa segar tanpa kehilangan identitas.
Single "Lyla" dan "The Importance of Being Idle" menjadi anthem baru. Sampulnya — foto arsitektur gelap dengan langit mendung — mencerminkan atmosfer album yang lebih dewasa. Kami punya dua versi kaset rilisan Indonesia: Vol. 1 dan Vol. 2.
Kenapa kaset rilisan Indonesia dicari
Kaset Oasis yang beredar di Indonesia punya satu hal yang tidak dimiliki edisi Eropa atau Amerika: jejak distribusi lokal. Di labelnya tertera "Made in Indonesia" dengan logo Sony Music atau Sony BMG — bukti bahwa album ini secara resmi dirilis untuk pasar Indonesia, bukan impor bawah tangan.
Untuk kolektor di luar negeri — terutama di Inggris tempat harga kaset Oasis bekas bisa mencapai £50 — rilisan Indonesia adalah versi yang unik dan tidak mudah ditemukan. Insert-insert lokal, perbedaan tracklist Vol. 1/2, dan stiker harga lama adalah detail yang justru paling dihargai.
Lima kaset di lapak
Semua kaset ini ada di lapak Nostmedia, Pasar Antik Cikapundung. Harga @ Rp 150.000 — dan seperti semua barang di sini, itu titik awal untuk ditawar.
- Definitely Maybe (W-35) — Rp 150.000
- Be Here Now Vol. 2 (W-36) — Rp 150.000
- Don't Believe the Truth Vol. 1 (W-38) — Rp 150.000
- Don't Believe the Truth Vol. 2 (W-37) — Rp 150.000
- Standing on the Shoulder of Giants Vol. 2 (W-39) — Rp 150.000
Datang, cek langsung, dan pilih yang mana yang mau kamu bawa pulang — atau sebutkan kodenya di WA, kami siap bantu.
Buat yang penasaran dengan sejarah format kaset langka lainnya, baca juga cerita kaset NOS yang diburu kolektor.
Pasar Antik Cikapundung — Buka setiap hari, 13.00–21.00 WIB. Gedung CEC Lt. 3, Blok HU 27.
Tertarik melihat barangnya langsung?
Nostmedia berakar di Pasar Antik Cikapundung, Bandung — buka setiap hari 13.00–21.00 WIB. Datang, lihat, dan dengar ceritanya langsung.
Lihat koleksi →